Infolinks

Wednesday, September 30, 2015

Make a Resistance check machine with Arduino (Membuat mesin pengecekan resistansi)

Salam Elektro

Today, I would like to share about how to make resistance check with arduino.
Kali ini, saya akan membagi bagaimana cara membuat pengecekan resistansi dengan arduino.

First time, prepare the material.
- Arduino Uno or other arduino. (I use Uno in my board).
- Potensiometer 5Kohm
- Switching power supply 12 volt
- Buzzer
- ULN 2003A
- Relay 12 volt
- LCD 16x2
- Connector banana female
- Pushbutton
- Power switch
- LED red and green
- Enclosure

Here is the fix machine

Hasil mesin pengecekan resistance


Connect wire from arduino to LCD, button and relay.
Here is the diagram block
Block diagram
Schematic diagram is here.


LCD guide
 
LCD guide pin out

 Schematic driver buzzer find it here.

Note of function

This machine can be set on some model, which is mean we can add some specification minimum and maximum.When the value is out of spec, then buzzer is  buzzing.
Mesin ini bisa di set ke beberapa model, yang mana maksudnya kita bisa menambahkan beberapa spesifikasi minimum dan maksimum. Bila nilai resistance berapa diluar spec, maka buzzer akan berbunyi.

Let's see the inside
Mari kita lihat hasil rangkaiannya walau tidak sebagus yang dipikirkan.
Bentuk dalam mesin
The Machine code is here.
Codingnya ada disini.

Good Luck
Selamat mencoba

Make digital clock with Arduino and RTC1302 (Membuat jam digital dengan Arduino dan RTC 1302)

Salam elektro

This time, I would like to share of Arduino programming. Make a digital clock with RTC 1302.
This program was modify from some reference program and mix in 1 shield.
I already try this and work fine in my shield.
If you have any question, kindly please insert in comment.
You can ask in english or Bahasa.

The code is here.
Library for RTC 1302 is here.

Good Luck

Thursday, May 7, 2015

Membuat program Jam digital pada LCD shield Arduino

Selamat siang

Ketemu lagi nih.
Kali ini saya mau coba share mengenai pngalaman baru dengan arduino.
Mungkin sudah terlambat kalau sekarang, tapi ya sudahlah. yang penting kita mau belajar, pasti ada jalan.

Kita mulai saja.
Perlengkapan yang dibutuhkan:
- 1 modul LCD shield V1.0
- 1 modul Arduino UNO (Clone juga bisa)
- Kabel data Arduino
- Power bank (untuk self power)

Arduino UNO R3
LCD Shield v1.0
Kedua modul di atas dihubungkan dengan cara di tancapkan antar pinnya.
Tampak samping
Tampak isometrik
Peralatan siap digunakan.
Buka software editor arduino.
Ketik programnya seperti di bawah:

Arduino Code is here.
Library for LCD is here.

Upload ke dalam modul.
kemudian hasilnya akan seperti di bawah:
Hasil jam yang telah selesai
Atur Jam, menit, detik dengan cara menekan tombol select.
kemudian masuk ke pengaturan jam, menit, detik. seperti gambar di bawah di bawah.
Mengatur jam
Mengatur menit
Mengatur detik
Gunakan tombol Up dan Down untuk menambah nilai datanya.
Setelah oke, tekan select sebagai tombol enter.

Jika ingin bisa di bawa-bawa. Gunakan Power bank sebagai power supplynya.
Namun, ya dengan catatan, harus setting ulang jam nya.
Berikut konfigurasinya.
Aktif dengan self power dari Power Bank
Selamat mencoba.

Tujuan pembuatan jam ini adalah untuk belajar bagaimana cara membuat bahasa pemrograman dengan bahasa C. khususnya pada arduino.
Sistem pada shield ini cukup unik, karena tombol yang digunakan hanya menggunakan 1 buah pin input.
yaitu pin A0 atau ADC0.
Metodenya adalah seperti sebuah potensiometer yang bisa berubah nilai resistansinya.
ini pun sama, jika tombol di tekan, maka nilai resistansinya akan berubah.
Seperti dibawah rangkaiannya.
Rangkaian tombol pada Shield LCD
Selamat mencoba.

Terima kasih


Thursday, March 5, 2015

Membuat Mini PLC berbasis AVR ATMEGA8



Akhirnya bisa nulis lagi. setelah lama berfikir mau nulis apa. Kali ini saya mau coba berbagi cara membuat mini PLC dengan menggunakan mikro kontroler AVR. AVR yang saya gunakan adalah ATMEGA8. Banyak sekali forum diskusi mengenai hal ini. Akhirnya saya coba membuat PLC ini. setidaknya cara kerjanya mirip dengan PLC aslinya. walaupun open source.
Perlengkapan yang digunakan adalah seperti dibawah:
- Downloader USB ISP. dongle. (Untuk mendownload)
- Mikrokontroler ATMEGA8 (lebih irit biaya karena I/Onya sedikit).

- Terminal biru ( Untuk input dan output).
- Relay 12 Volt (bebas berbagai bentuk)
- IC ULN2003 + socket
- Power supply 12V
- Regulator 7805
- Regulator 7812
- X-tal 13.5MHz
- Capasitor 22pF
- Resistor 10Kohm
- Cap 10uF 25V
- Push button
- PCB tentunya.
- EL817 optocoupler.
- LED secukupnya
- Software SinaProg (sebagai downloader).
- Software ldmicro (tempat membuat program ladder).
- Software PCB designer (software pembuat PCB).

Oke. kita coba mulai membuat.
Pertama-tama kita buat PCBnya dulu.
Berikut PCB yang sudah saya buat:
PCB Layout PLC Mikro
Layout Komponen
PCB yang saya buat menggunakan software PCB designer. software tersebut merupakan software pembuatan PCB secara manual. Tidak ada istilah auto route. jadi harus berhati-hati dalam menyambungkan jalurnya.
Berikutnya adalah waktunya print out PCB dan pemindahan layout ke atas PCB.
Cara pembuatan PCB sudah saya jelaskan di artikel saya terdahulu.
Layout di atas papan PCB polos

Waktunya melunturkan lapisan tembaga yang tidak diperlukan.
pastikan jalur tidak ada yang short satu sama lain.
Lakukan pembersihan, kemudian bor lubang komponen dan solder.
Berikut hasil jadinya.
Tampak atas

Tampak Bawah
 Waktunya pengetesan dengan LDmikro.
 LD Mikro
Hasilnya LED di output menyala.
Mikro ini memiliki memiliki Input 13 pin dan output 7 pin dengan relay.
Board ini bisa menggantikan PLC mini pada umumnya yang kisarana harganya sampai 3 jutaan bahkan lebih.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Terima kasih

Thursday, November 27, 2014

Cara Menghubungkan Satu atau Lebih Panel Surya (Ayo Go Green)

Selamat Siang

Sempat terpikir setelah saya memasang panel surya dengan kapasitas 50WP, dan ingin menambahkan kapasitas menjadi lebih besar.
Tentunya agar proses pengisian lebih cepat dan beban yang digunakan bisa lebih besar.
Tapi pertanyaannya adalah:
- Bagaimana caranya??
- Apa yang dibutuhkan??
- Alat-alat apa yang diperlukan??

Ketiga pertanyan di atas membuat saya untuk mencari tahu bagaimana caranya dan apa yang harus saya lakukan.
Banyak sekali referansi di internet tentang hal ini. tetapi semua penjelasannya terlalu teknis. jadi bila kita bukan orang teknik dan juga ngerti teknik, kemungkinan akan sulit di cerna oleh pikiran.
Jadi saya mencoba untuk menjelaskan bagaimana caranya.
Hal ini sudah saya terapkan dirumah saya. dari yang awalnya hanya 50 WP. sudah saya naikkan menjadi 90WP. dengan konfigurasi 50WP+20WP+20WP = 90WP.
Kenapa konfigurasinya agak aneh? karena saya ngga punya cukup dana untuk membeli 50WP semua. bahkan lebih. jadi saat ada sedikit uang, saya belikan dengan kapasitas kecil, tetapi ada banyak. efeknya jadi besar juga kan???

Oke langsung saja ke pokok permasalahan.
Begini caranya...........

mmmmmm.......... gimana ya...???

Begini. Seperti halnya batere. kita semua tahu batere bisa disusun seri dan paralel. kaya yang ada di power bank. untuk menaikkan arus, maka batere harus di paralel. untuk menaikkan tegangan, maka batere harus di seri.
Hal ini pun bisa di terapkan pada panel surya. bedanya. harus ada penambahan komponen dioda block. tujuannya agar tidak merusak panel yang lain saat kondisinya tidak setimbang.

Besarnya nilai dioda adalah lebih besar dari masing-masing panel surya.
Misal:
Untuk 50wp = 2.88A, berarti harus pakai dioda yang mampu melewatkan arus lebih dari 2.88A. jadi saya pakai yang 5 atau 6 A. Typenya bebas, yang ada di pasaran saja, supaya ngga pusing.
Begitu juga yang 20wp. masu pake type yang sama juga boleh. ngga ada yang ngelarang.

Bisa di lihat seperti gambar di bawah.

Panel surya di paralel
Illustrasi di atas menunjukkan panel surya yang diparalel untuk mendapatkan arus yang lebih besar, namun dengan kapasitas yang berbeda satu sama lain. hanya saja level tegangan semua panel adalah sama. yaitu di 12 volt. hanya berbeda arus keluarannya saja.

Idealnya penyusunan tersebut tidak disarankan. karena berbeda arus keluaran. Tapi. bagi saya, kenapa ngga di coba??? siapa tahu bisa. dan ternyata memang bisa.

Dari gambar di atas, arus maksimal yang didapat adalah: (berdasarkan specification panelnya)
- 50wp ==> 2.88Amp (1 Unit)
- 20wp ==> 1.13Amp (2 Unit)
Alhasil perhitungannya adalah:

Arus total = 2.88A + 1.13A +1.13A
Arus total = 5.14Amp. atau 90wp.

Akhirnya saya punya panel surya dengan kapasitas yang lebih besar tanpa harus langsung mengeluarkan biaya yang sangat besar. saat ada uang sedikit, saya bisa menaikkan kapasitas.

Kalo di total-total, jadinya memang sangat mahal. tapi kan saya belinya sedikit-sedikit. jadinya ngga kerasa ngeluarin duitnya. hehehe.

Kunci utamanya adalah pada pemasanga dioda block. yang sebaiknya harus selalu ada saat paralel panel surya.

Yang harus di perhatikan adalah:
- Type panel surya harus sama. yang saya pake adalah monocrystaline.
- Sambungan kabel jangan sampe kebalik.
- Pemasangan Dioda jangan sampai terbalik.
- Pemasangan dioda sebaiknya dekat dengan panel.
- Gunakan terminal sambungan untuk hasil yang lebih baik.

Efek yang saya dapatkan:
- Walaupun mendung, saya bisa mendapatkan pengisian full untuk accu saya.
- Saya bisa menghidupkan semua lampu rumah dari depan sampai belakang tanpa khawatir tekor saat pengisian siang hari. karena kapasitas pemakaian masih mencukupi.
- Kapasitas saya bertambah sebesar 80%. dari 50wp --> 90wp.

Saya akan coba postingkan perbaikkan-perbaikkan pada sistem panel surya saya untuk sharing dengan teman-teman. Baik itu kelebihan dan kekurangannya.

Mudah-mudahan bisa dimengerti.
Keep Go Green and Go Free Electricity.

Terima kasih