Infolinks

Thursday, May 7, 2015

Membuat program Jam digital pada LCD shield Arduino

Selamat siang

Ketemu lagi nih.
Kali ini saya mau coba share mengenai pngalaman baru dengan arduino.
Mungkin sudah terlambat kalau sekarang, tapi ya sudahlah. yang penting kita mau belajar, pasti ada jalan.

Kita mulai saja.
Perlengkapan yang dibutuhkan:
- 1 modul LCD shield V1.0
- 1 modul Arduino UNO (Clone juga bisa)
- Kabel data Arduino
- Power bank (untuk self power)

Arduino UNO R3
LCD Shield v1.0
Kedua modul di atas dihubungkan dengan cara di tancapkan antar pinnya.
Tampak samping
Tampak isometrik
 
Peralatan siap digunakan.
Buka software editor arduino.
Ketik programnya seperti di bawah:

#include <LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal lcd(8, 9, 4, 5, 6, 7);
int aa,a,b,c,d,e,f,ff,g ,jamm,menitt,detikk;
String jam;
String mode="jam";
int lcd_key      = 0;
int adc_key_in   = 0;
#define btnRIGHT  0
#define btnUP     1
#define btnDOWN   2
#define btnLEFT   3
#define btnSELECT 4
#define btnNONE   5

int read_LCD_buttons()
{
  adc_key_in = analogRead(0);
  if (adc_key_in > 1000) return btnNONE;
  if (adc_key_in < 50)   return btnRIGHT; 
  if (adc_key_in < 195)  return btnUP;
  if (adc_key_in < 380)  return btnDOWN;
  if (adc_key_in < 555)  return btnLEFT;
  if (adc_key_in < 790)  return btnSELECT;
  return btnNONE;
}
 
void setup()
{
  lcd.begin(16, 2);
}

void loop()
{
 
  if (mode=="jam")
  {
    if ( f!=ff){
    lcd.clear();
    lcd.setCursor (0,0); lcd.print("Digital Clock");
    jam="Jam : "+String(a)+String(b)+":" +String(c);
    jam=jam +String(d)+":"+String(e)+String(f);
    lcd.setCursor (0,1); lcd.print(jam);
    ff=f;
    }
    delay(200);
    g=g+1;
    if (g==5){  f=f+1; g=0;}
    if (f==10) {   f=0; e=e+1;}
    if (e==6) {   e=0; d=d+1;}
    if (d==10) {   d=0; c=c+1;}
    if (c==6) {   c=0; b=b+1;}
    if (b==10) {   b=0; a=a+1;}
    aa=(a*10)+b ; 
    if (aa==24) {   a=0; b=0;}
   
  lcd_key = read_LCD_buttons();
  switch (lcd_key)
  {
    case btnSELECT:
      {
        mode="atur1";
        jamm=(a*10)+b;
        menitt =(c*10)+d;
        detikk=(e*0)+f;
        delay(500);
      }
  }
}

if (mode=="atur1"){
  lcd.clear();
  lcd.setCursor (0,0);
  lcd.print("Rubah Jam: ");
  lcd.print(jamm);

  lcd_key = read_LCD_buttons();
  switch (lcd_key)
  {
    case btnUP:
      {
        delay(500);
        jamm=jamm+1;
        if (jamm>23){jamm=0;}
        break;
      }
    case btnDOWN:
      {
        delay(500);
        jamm=jamm-1;
        if (jam<0){jamm=23;}
        break;
      }
    case btnSELECT:
      {
        a=jamm/10;
        b=jamm % 10;
        mode="atur2";
        delay(200);
      }
      delay(200);
  }
}
if (mode=="atur2"){
  lcd.clear();
  lcd.setCursor (0,0);
  lcd.print("Rubah menit: ");
  lcd.print(menitt);
 
  lcd_key = read_LCD_buttons();
  switch (lcd_key)
  {
    case btnUP:
      {
        delay(500);
        menitt=menitt+1;
        if (menitt>59){menitt=0;}
        break;
      }
    case btnDOWN:
      {
        delay(500);
        menitt=menitt-1;
        if (menitt<0){menitt=59;}
        break;
      }
    case btnSELECT:
      {
        c=menitt/10;
        d=menitt % 10;
        mode="atur3";
        delay(200);
      }
      delay(200);
  }
}
 if (mode=="atur3"){
  lcd.clear();
  lcd.setCursor (0,0);
  lcd.print("Rubah Detik: ");
  lcd.print(detikk);
 
  lcd_key = read_LCD_buttons();
  switch (lcd_key)
  {
    case btnUP:
      {
        delay(500);
        detikk=detikk+1;
        if (detikk>59){detikk=0;}
        break;
      }
    case btnDOWN:
      {
        delay(500);
        detikk=detikk-1;
        if (detikk<0){detikk=59;}
        break;
      }
    case btnSELECT:
      {
        e=detikk/10;
        f=detikk % 10;
        mode="jam";
        delay(200);
      }
      delay(200);
  }
}
}

Upload ke dalam modul.
kemudian hasilnya akan seperti di bawah:
Hasil jam yang telah selesai
Atur Jam, menit, detik dengan cara menekan tombol select.
kemudian masuk ke pengaturan jam, menit, detik. seperti gambar di bawah di bawah.
Mengatur jam
Mengatur menit
Mengatur detik
Gunakan tombol Up dan Down untuk menambah nilai datanya.
Setelah oke, tekan select sebagai tombol enter.

Jika ingin bisa di bawa-bawa. Gunakan Power bank sebagai power supplynya.
Namun, ya dengan catatan, harus setting ulang jam nya.
Berikut konfigurasinya.
 
Aktif dengan self power dari Power Bank
Selamat mencoba.

Tujuan pembuatan jam ini adalah untuk belajar bagaimana cara membuat bahasa pemrograman dengan bahasa C. khususnya pada arduino.
Sistem pada shield ini cukup unik, karena tombol yang digunakan hanya menggunakan 1 buah pin input.
yaitu pin A0 atau ADC0.
Metodenya adalah seperti sebuah potensiometer yang bisa berubah nilai resistansinya.
ini pun sama, jika tombol di tekan, maka nilai resistansinya akan berubah.
Seperti dibawah rangkaiannya.
 
Rangkaian tombol pada Shield LCD
Selamat mencoba.

Terima kasih


Thursday, March 5, 2015

Membuat Mini PLC berbasis AVR ATMEGA8



Akhirnya bisa nulis lagi. setelah lama berfikir mau nulis apa. Kali ini saya mau coba berbagi cara membuat mini PLC dengan menggunakan mikro kontroler AVR. AVR yang saya gunakan adalah ATMEGA8. Banyak sekali forum diskusi mengenai hal ini. Akhirnya saya coba membuat PLC ini. setidaknya cara kerjanya mirip dengan PLC aslinya. walaupun open source.
Perlengkapan yang digunakan adalah seperti dibawah:
- Downloader USB ISP. dongle. (Untuk mendownload)
- Mikrokontroler ATMEGA8 (lebih irit biaya karena I/Onya sedikit).

- Terminal biru ( Untuk input dan output).
- Relay 12 Volt (bebas berbagai bentuk)
- IC ULN2003 + socket
- Power supply 12V
- Regulator 7805
- Regulator 7812
- X-tal 13.5MHz
- Capasitor 22pF
- Resistor 10Kohm
- Cap 10uF 25V
- Push button
- PCB tentunya.
- EL817 optocoupler.
- LED secukupnya
- Software SinaProg (sebagai downloader).
- Software ldmicro (tempat membuat program ladder).
- Software PCB designer (software pembuat PCB).

Oke. kita coba mulai membuat.
Pertama-tama kita buat PCBnya dulu.
Berikut PCB yang sudah saya buat:
PCB Layout PLC Mikro
Layout Komponen
PCB yang saya buat menggunakan software PCB designer. software tersebut merupakan software pembuatan PCB secara manual. Tidak ada istilah auto route. jadi harus berhati-hati dalam menyambungkan jalurnya.
Berikutnya adalah waktunya print out PCB dan pemindahan layout ke atas PCB.
Cara pembuatan PCB sudah saya jelaskan di artikel saya terdahulu.
Layout di atas papan PCB polos

Waktunya melunturkan lapisan tembaga yang tidak diperlukan.
pastikan jalur tidak ada yang short satu sama lain.
Lakukan pembersihan, kemudian bor lubang komponen dan solder.
Berikut hasil jadinya.
Tampak atas

Tampak Bawah
 Waktunya pengetesan dengan LDmikro.
 LD Mikro
Hasilnya LED di output menyala.
Mikro ini memiliki memiliki Input 13 pin dan output 7 pin dengan relay.
Board ini bisa menggantikan PLC mini pada umumnya yang kisarana harganya sampai 3 jutaan bahkan lebih.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Terima kasih

Thursday, November 27, 2014

Cara Menghubungkan Satu atau Lebih Panel Surya (Ayo Go Green)

Selamat Siang

Sempat terpikir setelah saya memasang panel surya dengan kapasitas 50WP, dan ingin menambahkan kapasitas menjadi lebih besar.
Tentunya agar proses pengisian lebih cepat dan beban yang digunakan bisa lebih besar.
Tapi pertanyaannya adalah:
- Bagaimana caranya??
- Apa yang dibutuhkan??
- Alat-alat apa yang diperlukan??

Ketiga pertanyan di atas membuat saya untuk mencari tahu bagaimana caranya dan apa yang harus saya lakukan.
Banyak sekali referansi di internet tentang hal ini. tetapi semua penjelasannya terlalu teknis. jadi bila kita bukan orang teknik dan juga ngerti teknik, kemungkinan akan sulit di cerna oleh pikiran.
Jadi saya mencoba untuk menjelaskan bagaimana caranya.
Hal ini sudah saya terapkan dirumah saya. dari yang awalnya hanya 50 WP. sudah saya naikkan menjadi 90WP. dengan konfigurasi 50WP+20WP+20WP = 90WP.
Kenapa konfigurasinya agak aneh? karena saya ngga punya cukup dana untuk membeli 50WP semua. bahkan lebih. jadi saat ada sedikit uang, saya belikan dengan kapasitas kecil, tetapi ada banyak. efeknya jadi besar juga kan???

Oke langsung saja ke pokok permasalahan.
Begini caranya...........

mmmmmm.......... gimana ya...???

Begini. Seperti halnya batere. kita semua tahu batere bisa disusun seri dan paralel. kaya yang ada di power bank. untuk menaikkan arus, maka batere harus di paralel. untuk menaikkan tegangan, makan batere harus di seri.
Hal ini pun bisa di terapkan pada panel surya. bedanya. harus ada penambahan komponen dioda block. tujuannya agar tidak merusak panel yang lain saat kondisinya tidak setimbang.

Besarnya nilai dioda adalah lebih besar dari masing-masing panel surya.
Misal:
Untuk 50wp = 2.88A, berarti harus pakai dioda yang mampu melewatkan arus lebih dari 2.88A. jadi saya pakai yang 5 atau 6 A. Typenya bebas, yang ada di pasaran saja, supaya ngga pusing.
Begitu juga yang 20wp. masu pake type yang sama juga boleh. ngga ada yang ngelarang.

Bisa di lihat seperti gambar di bawah.

Panel surya di paralel
Illustrasi di atas menunjukkan panel surya yang diparalel untuk mendapatkan arus yang lebih besar, namun dengan kapasitas yang berbeda satu sama lain. hanya saja level tegangan semua panel adalah sama. yaitu di 12 volt. hanya berbeda arus keluarannya saja.

Idealnya penyusunan tersebut tidak disarankan. karena berbeda arus keluaran. Tapi. bagi saya, kenapa ngga di coba??? siapa tahu bisa. dan ternyata memang bisa.

Dari gambar di atas, arus maksimal yang didapat adalah: (berdasarkan specification panelnya)
- 50wp ==> 2.88Amp (1 Unit)
- 20wp ==> 1.13Amp (2 Unit)
Alhasil perhitungannya adalah:

Arus total = 2.88A + 1.13A +1.13A
Arus total = 5.14Amp. atau 90wp.

Akhirnya saya punya panel surya dengan kapasitas yang lebih besar tanpa harus langsung mengeluarkan biaya yang sangat besar. saat ada uang sedikit, saya bisa menaikkan kapasitas.

Kalo di total-total, jadinya memang sangat mahal. tapi kan saya belinya sedikit-sedikit. jadinya ngga kerasa ngeluarin duitnya. hehehe.

Kunci utamanya adalah pada pemasanga dioda block. yang sebaiknya harus selalu ada saat paralel panel surya.

Yang harus di perhatikan adalah:
- Type panel surya harus sama. yang saya pake adalah monocrystaline.
- Sambungan kabel jangan sampe kebalik.
- Pemasangan Dioda jangan sampai terbalik.
- Pemasangan dioda sebaiknya dekat dengan panel.
- Gunakan terminal sambungan untuk hasil yang lebih baik.

Efek yang saya dapatkan:
- Walaupun mendung, saya bisa mendapatkan pengisian full untuk accu saya.
- Saya bisa menghidupkan semua lampu rumah dari depan sampai belakang tanpa khawatir tekor saat pengisian siang hari. karena kapasitas pemakaian masih mencukupi.
- Kapasitas saya bertambah sebesar 80%. dari 50wp --> 90wp.

Saya akan coba postingkan perbaikkan-perbaikkan pada sistem panel surya saya untuk sharing dengan teman-teman. Baik itu kelebihan dan kekurangannya.

Mudah-mudahan bisa dimengerti.
Keep Go Green and Go Free Electricity.

Terima kasih

Thursday, June 26, 2014

Membuat Subwoofer mobil sendiri

Selamat pagi

Lama tidak menulis, kangen rasanya.
Kali ini saya mau coba menulis cara membuat subwoofer mobil sendiri. yang pasti sederhana dan daya kecil.
Kebanyakan orang-orang memasang power mobil harus dengan Power yang besar dan tinggal beli di toko aksesoris audio. dan tentunya harganya pun cukup mahal. begitupun dengan speakernya. Harus menggunakan speaker yang mahal pula.

Sekarang saya mau mencoba untuk membuat speaker subwoofer mobil yang harganya relatif murah.
Barang-barang yang dibutuhkan:
- Power amplifier OCL 150watt mono         1 unit.
- Inverter 12Volt to CT 32volt.                     1 unit
- Kapacitor 10.000uF   50 volt                    4 pcs.
- Kapasitor 10uF 25 Volt                             2 pcs.
- Resistor 10K ohm                                     2 pcs.
- Filter subwoofer 100Hz                             1 unit.
- Kabel RCA                                               5 meter
- Kabel Power                                             10 merer
- Box Subwoofer (type ingle tune bandpass) 1 unit
- Speaker Subwoofer 6" Double coil            2 unit (4Ohm)
- Jack lighter mobil                                       1 pcs
- Switch Toggle / Rocker                              2 pcs
- Fuse 3A                                                     1 pcs

Berikut diagram bloknya.
Diagram Blok Subwoofer mobil

Daya yang saya gunakan adalah 150watt OCL untuk powernya. Beli yang sudah jadi aja, supaya ngga repot-repot nyolder dan trial.
Power Amplifier 150Watt Mono
Untuk Inverternya, saya pakai pengubah tegangan 12 volt ke +32Volt CT -32Volt
Gambarnya boardnya seperti ini
Inverter 12 volt to +32V CT -32V
Dan juga filter subwooferya, filternya bebas aja mau pake yang mana. Yang saya pake adalah modifan dari rangkaian berikut
Subwoofer filter
Karena tujuan saya adalah menggunakan tegangan 12 volt dan 0 volt. filter yang banyak beredar adalah menggunakan tegangan CT (Center tap). jadi saya putuskan untuk modif dari rangkaian di atas.

Setelah semua komponen di dapat, maka rangkai komponen tersebut seperti skema blok diagram di atas.
Untuk socket ke light mobil, berikut hasil akhirnya
Sockket ke lighter mobil


Penampakan setelah di pasang
Kabel yang masuk ke lighter mobil ada 3 kabel, yaitu 0 Volt, 12 volt dan Remote.
Untuk yang ke head unit, cukup sambungkan kabel RCA ke belakang head unit. yang saya pakai ada terminal subwoofernya, jadi tinggal colok saja.
Setelah semua selesai, saatnya mencoba hasil suaranya. berikut adalah subwoofer yang terpasang di bagian belakang mobil.
Box subwoofer yang telah terpasang.
Box yang saya gunakan adalah tipe single bandpass. kedua speakernya di adukan satu sama lain dengan satu sisi di ruang keadp udara, dan sisi lainnya di ruang suara. Begitu juga komponen filter, kapasitor dan power amplifiernya, semuanya berada di dalam box. Supaya tidak terlihat semrawut.
Seperti ini skema dalamnya, saya tidak sempat ambil gambar
Skema dalam box subwoofer
Setelah di test, hasilnya cukup bagus dan nyaman untuk didengar. Begitupun saat volume di naikkan. tidak ada suara pecah yang terdengar. Dan yang paling penting, konsumsi dayanya ngga sebesar audio mobil yang dijual di pasaran dengan harga yang mahal. Karena hanya untuk menikmati nada rendah yang dihasilkan head unit. Kapasitor 4 x 10.000uF pun masih mampu menahan tarikan dari power ampli saat suara di kencangkan. Jadi ngga perlu kapasitor bank yang besar untuk subwoofer ini.
Hasil suara tergantung oleh kualitas lagu yang di putar. dan yang penting, kita ngga perlu bongkar-bongkar aki untuk pasang power ini. cukup gunakan lighter mobil untuk powernya. Jadi bisa di matikan saat tidak di perlukan.

Selamat mencoba, Terima kasih

Wednesday, November 13, 2013

Cara Merangkai Batere Untuk Power Bank seri 2

Lama ngga nulis blog.

Kali ini saya coba membahas mengenai bagaimana cara merangkai batere untuk power bank seri 2.
Banyak yang masih bingung mengenai bagaimana cara merangkai batere untuk powerbank. dan banyak pula pertanyaan bagaimana jika begini, bagaimana jika begitu.

Sekarang saya coba postkan macam-macam rangkaian batere untuk powerbank. yang boleh dan yang tidak.

Langsung saja ngga usah pake panjang lebar.
Silahkan perhatikan gambar di bawah.
Mudah-mudahan bisa di mengerti.
1. Dua batere di susun seri. (Tegangan naik. arus tetap)
Tegangan tetap arus naik 2 kali
2. Enam batere di susun paralel. (Tegangan tetap. arus naik).
Tegangan tetap arus naik 6 kali
3. Empat batere disusun seri kemudian di susun dua baris. (Tegangan naik 4 kali. arus naik 2 kali)
Tegangan naik 4 kali (seri), Arus naik 2 kali (Paralel)
4. Dua batere disusun seri kemudian di paralel sebanyak empat baris.
    (Tegangan naik 2 kali. arus naik 4 kali)
Tegangan naik 2 kali (seri), Arus naik 4 kali (Paralel)
5. Nah yang ini kayanya ngga boleh.
    (Kemungkinan akan meledak/rusak karena arus yang tidak sama)
Tegangan naik 3 kali (seri), Arus naik berapa kali ya??? (Ngga jelas)

Mudah-mudahan bisa di pahami dengan mudah.

Terima kasih